Tampilkan postingan dengan label Adab Bertilawah. Tampilkan semua postingan

 Meletakkan Al Quran dengan bagian Al fatihah di atas.
 Jangan membawa Al Quran ke negeri musuh Islam. Ditakutkan Al Quran akan di rusak oleh mereka. (Bukhari,Muslim,Abu Dawud,Ibnu Majah)
 Jangan berdebat dengan Al Quran. (Baihaqi, Ibnu Majah, Hakim) *Dikhawatirkan ,argumen Al Quran yang diajukan , ditolak oleh lawan bicara kita, berarti secara tidak langsung ia sudah menolak Al Quran. Dan berdebat itu sendiri sangat tidak disukai oleh agama. Bahkan dianjurkan menghindari perdebatan walaupun merasa benar.
 Seseorang yang sudah menghafal Al Quran atau sebagian ayat –ayat nya,janganlah mengatakan , “Saya lupa ayat ini....” tetapi katakanlah, “Saya dilupakan oleh Allah ayat ini...” (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
 Orang – orang yang tidak boleh memegang Al Quran, ialah:
o Orang junub
o Orang Haid
o Orang nifas
o Orang kafir
 Jangan menyelonjorkan kaki ke Al Quran atau menyentuhnya dengan kaki.(Abu Nasir)
 Al Quran tidak boleh dipakai untuk bantal atau alas.(Thabrani, Baihaqi)
 Al Quran tidak boleh dilangkahi.(Ibnu Hajar Asqalani)
 Umar RA. Senang jika melihat orang yang membaca Al Quran memakai baju putih.(Malik)
 Ketika khatam dari tilawah Al Quran disunahkan agar :
o Menperbanyak takbir dan tahmid.
o Mengumpulkan keluarga dan doa bersama-sama. (Ibnu Hajar)
Dalam kita membaca Al qur'an di perintahkan untuk menerapkan suatu adab atau tata krama atau sopan santun dalan bertilawah tersebut.
berikut adalah adab - dalam bertilawah al qur'an.
1.Membaca dengan penuh rasa hormat,ada wudhu ,dan duduk menghadap qiblat.
2.Tidak membacanya terlalu cepat,tetapi di baca dengan tajwid dan tartil.
3.Berusaha menangis,walaupun terpaksa berpura-pura menangis.
4.Memenuhi hak ayat-ayat adzab dan rahmat.
5.Jika di khawatirkan akan menimbulkan riya' atau mengganggu orang lain,sebaiknya membacanya dengan suara pelan.Jika tidak,sebaiknya membaca dengan suara keras.
6.Bacalah dengan suara yang merdu,karena banyak hadits yang menerangkanya supaya kita membaca Al Qur'an dengan suara yang merdu.

7.Mengagungkan Al Qur'an di dalam hati sebagai kalam yang tertinggi.
8.Memasukkan keagungan Allah swt dan kebesaran-Nya karena Al Qur'an adalah kalamNya.
9.Menjauhkan rasa bimbang dan ragu dari hati kita.
10.Membaca dengan merenungkan makna setiap ayat dengan penuh kenikmatan.
11.Hati kita mengikuti ayat-ayat yang kita baca.Misalnya,apabila kita membaca ayat-ayat rahmat,hendaknya hati kita merasa gembira dan senang.Sebaliknya ketika membaca ayat -ayat adzab,hati kita hendaknya merasa takut.
12.Telinga benar-benar ditawajuhkan seolah-olah Allah sendiri sedang berbicara dengan kita dan kita sedang mendengarkannya.
Copyright © 2012 Halaqah Qur'an.