Syaikh Ibnu Zhafar Al Makki berkata,”Ketika Abu Yazid Thaifur bin Isa Al Busthami menghafalkan ayat Al Muzammil ayat 1-2
……………………………………………………………………………………………
Maka ia bertanya kepada ayahnya,”Ayah ,siapa yang mendapat perintah dari Allah seperti ini?” Ayahnya menjawab,”yang di maksudkan adalah nabi Muhammad.” Ia bertanya lagi,”Wahai Ayah ,mengapa ayah tidak melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi .” Ayahnya menjawab,” Sesungguhnya shalat malam dikhususkan bagi Nabi dan di wajibkan bagi beliau,bukan kepada umatnya.” Ia pun diam. Namun ketika menghafal ayat selajutnya,yaitu firman Allah Surat Al Muzammil Ayat :20.
……………………………………………………………………………………………
Ia bertanya lagi,”Wahai Ayah ,aku mendengar bahwa ada segolongan manusia yang mengerjakan shalat malam.Lalu siapakah golongan tersebut?” Ayahnya menjawab,”Wahai anakku,mereka itu para sahabat”.
Ia berkata.”Wahai ayah ,adakah kebaikan dalam meninggalkan apa yang di kerjakan oleh Nabi dan para sahabat beliau?” Ayahnya berkata,Engkau benar ,Wahai anakku.”
Sesudah peristiwa itu ayahnya selalu bangun malam untuk mengerjakan shalat.
Pada suatu malam Abu Yazid terbangun ,dan ternyata ayahnya sedang mengerjakan shalat. Ia bertanya,” Wahai ayah,ajarkan kepadaku bagaimana cara bersuci (wudhu) dan mengerjakan shalat bersamamu!” Ayahnya berkata,”Wahai anakku ,tidurlah,karena sesungguhnya engkau masih terlalu kecil !”
Ia berkata,” Wahai ayah,jika pada hari ketika manusia di hadirkan untuk diperlihatkan amal perbuatn mereka aku katakana kepada Rabbku,’Sesungguhnya aku telah bertanya kepada ayahku bagaimana cara aku berwudhu dan mengerjakan shalat bersamamu,namun ayah enggan dan justru mengatakan kepada ku ,”Tidurlah ,karena engkau masih terlalu kecil’. Apakah ayah suka bila hal ini terjadi?”
Ayahnya kemudian berkata,”Tentu tidak!” Akhirnya ia pun mengerjakan shalat malam bersama ayahnya. (Anba’ Nujaba’ Al Abna’,150)
diriwayatkan dari Abu Sa'd ra. : sebagian para sahabat Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan hingga (pada malam hari) mereka tiba di suatu tempat yang menjadi daerah kekuasaan suatu suku arab. para sahabat meminta para penduduk untuk memperlakukan mereka sebagai tamu, tetapi mereka menolak.
kepala suku arab itu digigit seekor ular berbisa dan orang-orang dari suku itu berusaha mengobatinya tetapi sia-sia. mereka berkata (satu sama lain), "tidak ada yang dapat mengobatinya, pergilah kamu menemui orang-orang yang tinggal di daerah ini malam ini, mungkin mereka memiliki obat penawar racun".
beberapa orang menemui para sahabat Nabi Muhammad Saw dan berkata, " wahai kafilah, pemimpin kami digigit ular berbisa. kami telah berusaha mengobatinya semampu kami, tetapi sia-sia. apakah kalian memiliki obatnya?" salah seorang dari sahabat berkata, "ya, demi Allah. aku akan membca ruqyah untuknya, tetapi karena kami telah ditolak menjadi tamu kalian. aku tidak dapat membacakan ruqyah kecuali apabila kalian memberi kami upah untuk itu". mereka setuju membayar dengan sejumlah biri-biri.
kemudian salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw pergi (ke tempat mereka) dan membaca : Alhamdulillah Rabbal alamin, dan meniup tubuh si kepala suku yang seketika tampak sehat kembali, seakan-akan telah terbebas dari semacam ikatan, lalu bangun dan mulai berjalan, tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. mereka pun membayar dengan upah yang telah disepakati sebelumnya.
sebagian dari mereka (para sahabat Nabi Muhammad Saw) menyarankan agar mereka membagi rata upah itu. tetapi salah seorang dari mereka menolak dan berkata, "jangan dahulu dibagikan sebelum kita bertemu dengan Rasulullah Saw untuk menceritakan apa yang telah kita alami, dan menunggu perintahnya".
maka mereka pun pergi menemui Rasulullah Saw. setelah mendengar seluruh cerita mereka, Rasulullah Saw bersabda, "bagaimana kamu tahu surah Al Fatihah dapat dibacakan sebagai ruqyah?" kemudian Nabi Muhammad Saw menambahkan, "apa yang telah kalian lakukan benar. bagi rata upah kalian. dan berilah aku bagian". sambil mengatakan hal itu Rasulullah Saw tersenyum jenaka.
sumber :http://hadits-albukhari.blogspot.com
Kadang kita pernah menjumpai seorang imam sholat lupa atau keliru dalam tilawah al qurannya,hendaknya sebagai makmum bila mampu membetulkan bacaan tersebut.
Dikatakan dalam hadis sahih, diriwayatkan oleh Mansur bin Yazid al Maliki, ia berkata, "Suatu ketika Rasul saw. ketinggalan satu ayat dalam salatnya. Lalu berkatalah seseorang kepada beliau, hai Rasulullah ayat ini seharusnya ini. Rasul menjawab, tidakkah kamu mengingatkannya" (H. R. Abu Daud Abdullah bin Ahmad)
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahwa suatu ketika Nabi ragu-ragu dengan bacaannya dalam salat. Usai salat beliau bertemu dengan Ubai bin Kaab dan bertanya kepadanya, Apakah kamu salat bersamaku, ia, jawabnya. Apa yang menghalangimu mengingatkan" (Diriwayatkan oleh Abu Daud)
Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Al Haris Al A'war dari Ali , bahwa Rasul saw. berkata kepada Ali, "janganlah kamu mengingatkan Imam di waktu salat". Hadis ini kedudukannya sangat lemah, tidak mampu mengalahkan kekuatan hadis-hadis yang tersebut di atas. Bahkan banyak ahli hadis mengatakan bahwa Haris Al-A'war seorang pembohong.
Urutan surah dan ayat2 yg di turunkan selama di makah
1.Surah Al Fatihah 7 ayat
2.Surah Al-'Alaq, 19 ayat.
3.Surah Al-Qalam,52 ayat (selain ayat 17-33 dan 48-50 yang diturunkan di madinah).
4.Surah Al-Muzammil 20 ayat (selain ayat 10-11 dan ayat 20 yang di turunkan di madinah).
5.Surah Al-Muddatstsir, 56 ayat.
6.Surah Al-Lahab, 5 ayat.
7.Surah At-Takwir,29 ayat.
8.Surah Al-A'laa, 19 ayat.
9.Surah Al-Lail, 21 ayat.
10.Surah Al-Fajr, 30 ayat.
11.Surah Adh-Dhuhaa, 11 ayat.
12.Surah Al-Insyirah, 8 ayat.
13.Surah Al-'Ashr, 3 ayat.
14.Surah Al-'Aadiyat, 11 ayat.
15.Surah Al-Kautsar, 3 ayat.
16.Surah At-Takaatsur, 8 ayat.
17.Surah Al-Maa'uun, 7 ayat.
18.Surah Al-Kaafiruun, 6 ayat.
19.Surah Al-Fiil, 5 ayat.
20.Surah Al-Falaq, 5 ayat.
21.Surah An-Naas, 6 ayat.
22.Surah Al-Ikhlas, 4 ayat.
23.Surah An-Najm, 62 ayat (selain ayat 32 yang di turunkan di madinah)
24.Surah 'Abasa, 42 ayat.
25.Surah Al-Qadar, 5 ayat.
26.Surah Asy-Syams, 16 ayat.
27.Surah Al-Buruuj, 22 ayat.
28.Surah At-Tiin, 8 ayat.
29.Surah Quraisy, 4 ayat.
30.Surah Al-Qaari'ah, 10 ayat.
31.Surah Al-Qiyaamah, 40 ayat.
32.Surah Al-Humazah, 9 ayat.
33.Surah Al-Mursalaat, 50 ayat.
34.Surah Qaaf, 45 ayat.
35.Surah Al-Balad, 20 ayat.
36.Surah At-Thaariq, 17 ayat.
37.Surah Al-Qamar, 55 ayat (selain ayat 44-46 yang di turunkan di Madinah)
38.Surah Shaad, 88 ayat.
39.Surah Al-A'raaf 206 ayat ( selain ayat 163-170 yang diturunkan di Madinah)
40.Surah Jin, 28 ayat.
41.Surah Yaasiin, 83 ayat ( selain ayat 45 yang diturunkan di Madinah )
42.Surah Al-Furqan, 77 ayat ( selain ayat 68-70 yang diturunkan di Madinah )
43.Surah Faathir, 45 ayat.
44.Surah Maryam,99 ayat ( selain ayat 58 dan 71 yang diturunkan di Madinah ) 45.Surah Thaahaa, 135 ayat ( selain ayat 30-31 yang diturunkan di Madinah )
46.Surah Al-Waqi'ah, 96 ayat ( selain ayat 81-82 yang diturunkan di Madinah )
47.Surah Asy-Syu'araa, 227 ayat ( selain ayat 197 dan ayat 221-227 yang diturunkan di Madinah )
48.Surah An-Naml, 93 ayat.
49.Surah Al-Qashash,88 ayat ( selain ayat 52-55 dan ayat 85 yang diturunkan di Madinah )
50.Surah Al-Israa', 111 ayat ( selain ayat 26 dan 32-33 dan 73-80 yang diturunkan di Madinah )
51.Surah Yunus, 109 ayat ( selain ayat 40 dan 94-96 yang diturunkan di Madinah )
52.Surah Huud, 123 ayat ( selain ayat 12 dan 17 dan 114 yang diturunkan di Madinah)
53.Surah Yusuf, 111 ayat ( selain ayat 1-3 dan 7 yang diturunkan di Madinah)
54.Surah Al-Hijr, 99 ayat ( selain ayat 87 yang diturunkan di Madinah)
55.Surah Al-An'aam, 165 ayat ( selain ayat 20,23,91,93,114,141 dan 151-153 yang diturunkan di Madinah)
56.Surah As-Shafaat,182 ayat.
57.Surah Luqman, 34 ayat ( selain ayat 27-29 yang diturunkan di Madinah)
58.Surah Saba', 54 ayat ( selain ayat 6 yang diturunkan di Madinah)
59.Surah Az-Zumar, 75 ayat ( selain ayat 52-54 yang diturunkan di Madinah)
60.Surah Ghafir (al-mu'min),85 ayat ( selain ayat 56-57 yang diturunkan di Madinah)
61.Surah Fushshilat, 54 ayat.
62.Surah As-Syuura, 53 ayat ( selain ayat 23-25 dan 27 yang diturunkan di Madinah)
63.Surah Az-Zukhruf, 89 ayat ( selain ayat 54 yang diturunkan di Madinah)
64.Surah Ad-Dukhaan, 59 ayat.
65.Surah Al-Jaatsiyah, 37 ayat ( selain ayat 4 yang diturunkan di Madinah)
66.Surah Al-Ahqaaf, 35 ayat ( selain ayat 10,15 dan 35 yang diturunkan di Madinah)
67.Surah Adz-Dzaariyaat, 60 ayat.
68.Surah Al-Ghaasyiyah, 26 ayat.
69.Surah Al-Kahfi, 110 ayat ( selain ayat 28 dan 83 dan 101 yang diturunkan di Madinah)
70.Surah An-Nahl,128 ayat ( selain ayat 26-28 yang diturunkan di Madinah)
71.Surah Nuh,28 ayat.
72.Surah Ibrahim, 52 ayat ( selain ayat 28-29 yang diturunkan di Madinah)
73.Surah Al-Anbiyaa', 112 ayat.
74.Surah Al-Mu'minuun, 118 ayat.
75.Surah As-Sajdah, 30 ayat ( selain ayat 16-20 yang diturunkan di Madinah)
76.Surah Ath-Thuur, 49 ayat.
77.Surah Al-Mulk, 30 ayat.
78.Surah Al-Haaqqah, 52 ayat.
79.Surah Al-Ma'aarij, 44 ayat.
80.Surah An-Naba', 40 ayat.
81.Surah An-Naaziaat, 46 ayat.
82.Surah Al-Infithaar, 19 ayat.
83.Surah Al-Insyiqaaq, 25 ayat.
84.Surah Ar-Ruum, 60 ayat ( selain ayat 17 yang diturunkan di Madinah)
85.Surah Al-'Angkabuut, 69 ayat ( selain ayat 1-11 yang diturunkan di Madinah)
86.Surah Al-Muthaffifiin, 36 ayat.
Demikian tertibnya surah-surah yang di turunkan di Mekah.Selain itu,ada beberapa ayat yang di turunkan di Mekah,tetapi sekarang termaktub dalam surah-surah yang diturunkan di Madinah,misalnya ayat 30-36 yang termaktub dalam surah al -anfal,ayat 112 yang termaktub dalam surah at-Taubah.Ayat tersebut turunnya ketika Nabi masih di Mekah,tetapi termaktub dalam surah-surah yang di turunkan di Madinah.
=[Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw,K.H.Moenawar Chalil,jilid 2,hal 111-113 ]=
Ramadan telah memasuki hari ke-11. Namun, target untuk mengkhatamkan Alquran sepertinya jauh dari harapan Anda. Padahal sebelumnya, kita berharap dapat mengkhatamkan bacaan Al Quran di akhir Ramadan, apalagi jika khatam beberapa kali.
Ada tiga tips yang bisa Anda ikuti agar tadarus Alquran bisa tercapai sebelum Ramadan berakhir seperti VIVAnews kutip dari The Collar Corner.
1. Sesuaikan dengan jumlah juz Al Quran
Al-Qur’an terdiri dari 30 juz dengan panjang masing-masing juz yang bervariasi. Ada beberapa juz yang memuat beberapa surah namun seperti juz ke-1 yang terdiri dari dua surah, yaitu surah Al Fatihah dan Surah Al Baqarah hingga ayat 141.
Bila memilih tadarus berdasarkan juz, tamatkan satu juz dalam satu waktu misalnya setelah salat tarawih atau setelah salat subuh. Targetkan untuk menghabiskan satu juz setiap hari.
2. Sesuai dengan lembar juz dalam Al Quran
Jika terasa agak sulit menamatkan Alquran satu juz sehari, pertimbangkan untuk membagi jumlah lembar al Quran. Tujuannya agar Anda mengetahui berapa lembar yang harus Anda baca setiap hari agar hingga akhir Ramadan Anda telah khatam.
Rata-rata, satu juz terdiri dari 7-8 lembar atau ada yang lebih banyak. Anda bisa membacanya setiap selesai salat wajib. Jika satu juz terdapat 10 halaman, bacalah dua lembar masing-masing setelah salat wajib. Ini tentu terasa lebih ringan.
3. Tips dengan jumlah lembar Al-Qur’an
Jumlah lembar di tiap Al-Qur’an bisa berbeda-beda tergantung ukuran Al Quran. Sebagai contoh ada Al-Qur’an berjumlah 604 lebar. Agar bisa khatam dalam 29 hari misalnya, dalam sehari harus menghabiskan 21 lembar. Dari situ, Anda bisa membaca Alquran di waktu-waktu yang bervariasi dan waktu senggang.

Al-Mughirah berkata, "Aku keluar pada suatu malam setelah manusia sudah tidur pulas. Ketika aku melewati Malik bin Anas RA, ternyata aku berdiri bersamanya untuk melaksa-nakan shalat. Ketika selesai dari membaca al-Fatihah, ia mulai membaca,
'Bermegah-megahan telah melalaikan kamu' (At- Takatsur: 1)
hingga sampai ayat,
'Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenik-matan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu),' (At-Taka-tsur: 8)
Maka ia menangis dalam waktu yang lama. Ia terus membacanya berulang-ulang dan menangis. Apa yang aku dengar dan aku lihat darinya telah melupakanku dari keperluanku yang karena-nya aku keluar. Aku masih tetap berdiri, sedangkan dia terus membacanya berulang-ulang sambil menangis hingga terbit fajar. Ketika ia mengetahui sudah fajar, maka ia rukuk. Kemudian aku pulang ke rumah, lalu berwudhu, lalu berangkat kembali ke masjid. Ternyata ia sedang berada di majelisnya dan orang-orang berada di sekitarnya. Pada pagi harinya, aku memandangnya. Ternyata aku melihat wajahnya telah diliputi cahaya dan ke-indahan."
Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa asy-Syafi'i suatu hari membaca firmanNya,
"Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kece-lakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al- Mursalat: 38-40).
Maka ia terus menangis sampai pingsan; Semoga Allah merahmatinya.
Hammad bin Salamah berkata, "Tsabit membaca,
'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna,' (Al- Kahfi: 37)
pada shalat malam sambil menangis dan mengulang- ulangnya."
1. Ibnu al-Atsir, Manaqib asy-Syafi'i, hal. 108.
2.Siyar A'lam an-Nubala', 5/ 224
Jiwa yang tak pernah dibacakan Al-Quran, seperti kuburan. Sepi, sendirian, dan kering-kerontang. Zaman ini, sedikit sekali orang-orang yang hafal Al-Quran. Kita bisa melihat, para orang tua lebih resah kalau anaknya tidak bisa matematika atau bahasa Inggris, ketimbang tidak tahu Al-Quran. Padahal, itu adalah keluarga Muslim. Padahal, sebagai orang Islam, kita harus yakin, hanya Al-Quran lah sebagai petunjuk hidup kita.
Ketika zaman semakin berputar mengikuti arus syahwat manusia, selayaknya lah kita sebagai orang Islam (mungkin) harus mulai kembali menanamkan azam dan niat, tekad dan keinginan untuk mulai menghafal Al-Quran.
Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada beberapa teknik dan persiapan yang khusus yang bisa dipakai. Beberapa di antaranya:
1. lkhlaskan niat dan bersabar
2. Jangan lupa baca basmillah dulu
3. Berdoa kepada Allah swt
4. Bersih dari hadas kecil dan besar
5. Sebaiknya menghadap kiblat
6. Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
7. Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
8. Memberikan perhatian sepenuhnya
9. Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
10. Berhenti membaca ketika ingin buang angin
11. Salat dua rakaat sebelum memulai
SEBELUM MENGHAFAL
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
4. Berada dalam keadaan tenang
5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal
TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL
A. Teknik "Chunking" (potongan-potongan)
Mengelompokan ayat yang panjang dalam beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama mereka
Mengelompokan awal surat pada beberapa bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
Mengelompokan surat dalam beberapa bagian, contohnya mengikut pertukaran cerita
Mengelompokan juz kepada beberapa bagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya
Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya
B. Teknik Mengulang
Membaca sepotong atau sebagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai menghafalnya
Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih)
sebelum berpindah ke ayat seterusnya
Selepas menghafal setiap setengah halaman, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bagian yang setengah halaman lagi
Sebelum menghafal bagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bagian yang sebelumnya.
C. Teknik Menghafal Dengan Teman
Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
Orang pertama membaca dan disimak oleh orang kedua
Orang kedua membaca dan disimak oleh orang pertarna
Saling menyebut ayat antara satu sama lain
E. Teknik Mendengar Kaset/CD
Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah tertentu
Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali
Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari tersebut
Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-lagu kerana akan mengganggu penghafalan
F. Teknik Merekam
Rekam bacaan kita di dalam kaset dan dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul
Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut
Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rekaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya
G. Teknik Menulis
Tulis kembali surat yang telah dihafal. Kemudian cek lagi dengan mushaf.
Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah dalam sehelai kertas.
MEMELIHARA HAFALAN
1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati
2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya
4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam
5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk
6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih
(sa/berbagaisumber)
http://eramuslim.com
Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi)
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an khususnya menghafal. Fadhail Dunia
1. Hifzhul Qur’an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya.” (HR. Hakim)
2. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya.
Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda,
“Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)
Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
4. Hifzhul Qur’an merupakan ciri orang yang diberi ilmu
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabuut 29:49)
5. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia”, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
6. Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah
”Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)
Fadhail Akhirat
1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”"(HR. Muslim)
2. Hifzhul Qur’an akan meninggikan derajat manusia di surga
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur’an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.
3. Para penghafal Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat
“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ?alaih)
4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?” Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)
5. Kedua orang tua penghafal Al Qur’an mendapat kemuliaan
Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
6. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur’an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi)
7. Penghafal Al Qur’an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir 35:29-30)
Adapun fadilah-fadilah lain seperti penghafal Al Qur’an tidak akan pikun, akalnya selalu sehat, akan dapat memberi syafa’at kepada sepuluh orang dari keluarganya, serta orang yang paling kaya, do’anya selalu dikabulkan dan pembawa panji-panji Islam, semuanya tersebut dalam hadits yang dhaif. “Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur’an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur’an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur’an. Allahumma amin”
By .Ustadz kamal Arifin Al Hafidz